Adu Kekayaan Bobby Nasution vs Topan Ginting: Siapa Lebih Banyak dan Terkait Kasus Korupsi Proyek Jalan di Sumut?
Jakarta Barat Adu Kekayaan Bobby Kasus dugaan korupsi proyek jalan di Sumatera Utara (Sumut) kini menjadi perbincangan hangat di kalangan masyarakat, terutama setelah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di Mandailing Natal pada Kamis malam (26/6/2025). Dalam kasus ini, KPK telah menetapkan lima orang sebagai tersangka, salah satunya adalah Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Sumut, Topan Obaja Putra Ginting. Tidak hanya Topan, sosok Bobby Nasution, Gubernur Sumut yang juga menantu Presiden Joko Widodo, turut terseret dalam sorotan publik.
Adu Kekayaan Bobby: Eksekutif Pemkot Medan dengan Aset Menggiurkan
Dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang dilaporkan pada 30 Maret 2025, Topan Ginting tercatat sebagai eksekutif di Pemerintah Kota Medan, khususnya di Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Bina Konstruksi. Meskipun saat ini Topan sudah beralih menjadi Kepala Dinas PUPR Sumut, LHKPN yang ia laporkan masih mencatatkan jabatannya di Pemkot Medan.

Baca Juga: Giliran Ridwan Kamil Gugat Balik Lisa Mariana Rp105 M
Bobby Nasution: Kekayaan Sang Gubernur yang Tidak Kalah Menarik
Lantas, bagaimana dengan Bobby Nasution, yang saat ini menjabat sebagai Gubernur Sumatera Utara? Sebagian besar dari kekayaan Bobby berasal dari tanah dan bangunan yang tersebar di beberapa lokasi di Jakarta dan Medan.
Keterkaitan Keduanya dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan
Selain perbandingan harta kekayaan, keterkaitan antara Bobby Nasution dan Topan Ginting juga menjadi fokus utama dalam sorotan publik.
“Kami mendesak agar KPK melakukan penyelidikan lebih lanjut terhadap Bobby Nasution. Sebagai Gubernur, ia memiliki kontrol besar terhadap anggaran dan proyek-proyek infrastruktur di Sumut. Apakah ada hubungan dengan kasus ini?
