Jakarta Barat 24 Jam – Menyambut Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia (HUT RI) ke-80, warga Kelurahan Cipinang Melayu, Kecamatan Makasar, Jakarta Timur, akan mengadakan serangkaian lomba rakyat yang memadukan keceriaan dan tradisi. Sekretaris RW 04 Cipinang Melayu, Eko Ariyanto, mengatakan, lomba-lomba yang akan digelar sudah menjadi agenda tahunan yang dinanti warga, antara lain panjat pinang, titian bambu, dan gebuk bantal di aliran Kali Malang. “Kami sudah berkoordinasi dengan pihak BPBD, Sudin Gulkarmat Jakarta Timur, dan Puskesmas untuk membantu kelancaran pelaksanaan lomba,” ujarnya, Rabu (13/8/2025).
Persiapan dan Pengamanan
Karena lokasi lomba berada di atas air, panitia menerapkan syarat khusus demi keselamatan peserta.
“Lomba diadakan di aliran Kali Malang, maka peserta diwajibkan bisa berenang. Kami ingin kegiatan berlangsung meriah, tapi tetap aman,” jelas Eko.
Panitia juga telah mempersiapkan alat keselamatan, seperti pelampung dan tenaga medis yang siaga selama acara berlangsung.
Dukungan Pemerintah Kelurahan
Lurah Cipinang Melayu, Arroyantoro, menyatakan dukungannya terhadap kegiatan ini. Ia menyebut lomba di Kali Malang telah menjadi tradisi turun-temurun yang selalu ditunggu masyarakat setiap peringatan HUT RI.
“Kami sudah meminta izin kepada PT Jasa Tirta selaku pengelola Kali Malang. Tahun ini, seperti sebelumnya, juga akan ada panggung hiburan di area lomba,” ungkapnya.
Bazar UMKM dan Panggung Hiburan
Selain lomba, acara juga akan dimeriahkan bazar UMKM yang melibatkan 40 pelaku Jakpreneur. Warga dapat menikmati berbagai produk makanan, minuman, dan kerajinan tangan khas warga Cipinang Melayu dan sekitarnya.
“Bazar ini bukan hanya menambah kemeriahan, tetapi juga memberi peluang usaha bagi warga. Semoga omset para pelaku UMKM meningkat selama acara,” tambah Arroyantoro.
Ajakan Menjaga Ketertiban
Pemerintah kelurahan mengimbau seluruh peserta lomba maupun penonton untuk menjaga ketertiban dan kebersihan selama kegiatan.
“Semangat kemerdekaan harus dibarengi rasa tanggung jawab. Mari kita jaga keamanan, ketertiban umum, dan kebersihan lingkungan bersama-sama,” tandas Arroyantoro.
Tradisi yang Terus Hidup
Lomba rakyat seperti panjat pinang dan gebuk bantal bukan sekadar hiburan, tetapi juga sarana mempererat kebersamaan warga. Tradisi ini diyakini akan terus hidup, menjadi warisan budaya yang mengajarkan sportivitas, kerja sama, dan semangat pantang menyerah, sejalan dengan nilai-nilai perjuangan kemerdekaan.










